welcome


Click here for Myspace Layouts

Rabu, 29 Desember 2010

Harry Potter

Hogwarts and Harry Potter

 


Hogwarts dikisahkan sebagai salah satu sekolah sihir terbaik dunia yang berada di Inggris. Sekolah ini berfungsi melatih anak-anak yang berumur mulai 11 hingga 18 tahun yang memiliki kemampuan sihir untuk menjadi para penyihir yang berkualitas.

Pendiri Hogwarts
Hogwarts didirikan oleh empat penyihir hebat bernama Godric Griffindor, Salazar Slytherin, Rowena Ravenclaw, dan Helga Hufflepuff pada sekitar tahun 1000 M. Nama-nama mereka kemudian dijadikan sebagai nama asrama murid-murid Hogwarts yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan keempat pendiri tersebut. Hogwarts memiliki semboyan “draco dormiens nunquam titillandus” yang berarti “jangan membangunkan naga tidur”
Berkaitan dengan Salazar Slytherin, diceritakan dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia bahwa Slytherin membangun sebuah kamar rahasia yang dihuni oleh monster yang hanya bisa dikendalikan oleh keturunan Slytherin (belakangan diketahui kalau monster ini adalah Basilisk, ular raksasa yang bisa membunuh hanya dengan pandangan matanya). Slytherin membangun kamar rahasia ini dengan harapan agar cita-citanya untuk menjadikan Hogwarts sebagai sekolah sihir hanya untuk mereka yang berasal dari keluarga penyihir dapat terwujud.

Lokasi
Lokasi Hogwarts sangat dirahasiakan oleh dunia sihir, khususnya terhadap komunitas Muggle (komunitas non-sihir, yaitu orang-orang yang tidak memiliki kemampuan sihir). Rowling menyatakan bahwa Hogwarts terletak di daerah bergunung-gunung dan di salah satu daerah terpencil di Skotlandia, Inggris, di dekat sebuah desa bernama Hogsmeade.[1]
Hogwarts juga dilindungi dengan banyak sihir oleh setiap kepala sekolah yang sedang menjabat untuk melindungi baik dari komunitas muggle maupun komunitas penyihir. Untuk menyembunyikan keberadaan Hogwarts dari komunitas Muggle, bangunan Hogwarts diperlihatkan sebagai rumah tua yang tidak berpenghuni. Terhadap penyihir, Hogwarts dilindungi dari “penyihir-yang-tidak-diundang”. Bahkan penyihir terbaik pun tidak bisa mempergunakan ilmu “apparate” dan “disapparate” (secara sihir menghilang dari satu tempat dan langsung muncul kembali di tempat lain) untuk datang ke dan pergi dari Hogwarts. Walaupun demikian, dalam beberapa bagian dari serial ini, ada celah-celah tertentu yang tanpa sadar tidak terlindungi oleh kepala sekolah, sehingga akhirnya dapat juga dimasuki oleh pihak-pihak lawan.
Di dekat Hogwarts terdapat suatu desa yang hanya dihuni oleh komunitas sihir, Hogsmeade. Murid-murid Hogwarts dapat memperoleh ijin untuk mengunjungi Hogsmeade mulai tahun ketiga mereka dengan menyertakan ijin dari orang tua/wali.
Di setiap akhir tahun ajaran, murid-murid Hogwarts wajib mengikuti ujian-ujian sesuai dengan pelajaran yang diambilnya. Namun ada ujian khusus yang perlu diambil di tahun kelima dan ketujuh. Di akhir tahun kelima, mereka wajib mengambil ujian O.W.L (Ordinary Wizarding Levels). Sedangkan di akhir tahun ketujuh, mereka akan mengikuti ujian N.E.W.T (Nastily Exhausting Wizarding Tests).

Asrama Hogwarts
Hogwarts memiliki 4 asrama yang diberi nama esuai dengan keempat endiri Hogwarts, dimana sebelum diterima di sekolah ini, para murid akan diseleksi menggunakan topi seleksi, di asrama mana mereka akan ditempatkan. Masing-masing asrama memiliki ciri masing-masing, baik dari warna maupun sifat dari anggota asrama tersebut. Asrama-asrama tersebut adalah Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw dan Slytherin.



Slogan
Slogan Hogwarts adalah draco dormiens nunquam titillandus (bahasa Latin) yang secara harafiah berarti “seekor naga tidur jangan digelitiki/dipermainkan” atau di Indonesia lebih sering diterjemahkan sebagai “jangan mengganggu naga yang sedang tidur”.

Staf dan pengajar:

Profesor Albus Dumbledore
Kepala Sekolah Sihir Hogwarts. Sebelumnya menjabat sebagai guru Transfigurasi saat Tom Marvolo Riddle (Lord Voldemort) masih bersekolah di Hogwarts. Ia memiliki seekor burung phoenix bernama Fawkes dan dahulu, Dumbledore-lah yang menitipkan Harry pada keluarga Dursley. Di akhir buku ke-enam, Dumbledore dibunuh oleh Severus Snape dengan mantra Avada Kedavra.


 * Profesor Minerva McGonagall
Wakil kepala sekolah yang mengepalai Asrama Gryffindor. Guru Transfigurasi pada masa Harry bersekolah. Ia dikenal mempunyai karakter bijak, tegas, dan adil. Belakangan, ia menjadi kepala sekolah setelah Dumbledore terbunuh.

Profesor Filius Flitwick
Guru Jimat dan Guna-guna (en: Charms, selanjutnya diterjemahkan sebagai Mantra). Perawakannya cebol–kemungkinan keturunan goblin–dan bersuara nyaring. Mengepalai Asrama Ravenclaw.

Profesor Pomona Sprout
Guru Herbologi yang mengepalai Asrama Hufflepuff. Ia selalu berpenampilan kusut, berantakan dan pakaian yang dikenakannya biasanya terdapat noda tanah atau lumpur.

Profesor Severus Snape
Guru ramuan yang sejak kedatangan Harry sudah membencinya seperti dulu Snape membenci ayahnya (james Potter). Ia memiliki kepercayaan penuh Dumbledore walaupun ia adalah bekas Pelahap Maut namun belakangan diketahui ia adalah agen ganda dan kemudian membunuh Dumbledore (di Pangeran Berdarah=Campuran). Pada buku ketujuh kemudian diketahui bahwa ia membunuh Dumbledore atas permintaan Dumbledore sendiri, dan Snape pernah beberapa kali menyelamatkan Harry Potter, dan Snape dibunuh oleh Voldemort. Dulu saat ia masih menjadi murid hogwarts, ia adalah musuh bebuyutan James Potter dan kelompoknya, tapi ia juga pernah diselamatkan oleh James Potter saat ia menyusup ke pondok menjerit untuk mengintip Lupin yang sedang bertransformasi menjadi manusia serigala.

Profesor Binns
Guru Sejarah Sihir, satu-satunya guru berwujud hantu. Diceritakan bahwa dulunya dia meninggal ketika duduk di depan perapian dan tak pernah sadar bahwa dirinya sudah mati meskipun sudah menjadi hantu. Binns mengajar dengan cara yang monoton sehingga kebanyakan murid tertidur di kelasnya.

Profesor Sibyll Patricia Trelawney
Guru Ramalan. Cara bicaranya dramatis dan suka sekali meramalkan kematian murid-muridnya (salah satunya adalah Harry). Dia adalah peramal yang dahulu pernah menyampaikan ramalan tentang Voldemort dan Harry kepada Dumbledore.

Profesor Anna Vector
Guru Arithmancy.

Profesor Sinistra
Guru Astronomi.

Profesor Quirrell
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun pertama Harry. Ia adalah remaja yang canggung dan cara bicaranya terbata-bata. Ia merupakan orang yang berhasil dipengaruhi Voldemort untuk menjadi induk semangnya. Tubuhnya hancur di ruangan Batu Bertuah.

Profesor Gilderoy Lockhart
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun kedua Harry. Ia adalah seseorang yang sangat sombong namun terkenal dan memiliki banyak penggemar. Buku-buku yang berisi petualangannya melawan sihir hitam semuanya adalah bohong. Ia hanya mendengar pengakuan atau cerita dari orang-orang yang melakukan hal tersebut lalu menjadikannya buku, dengan tokoh utama (yang melawan sihir hitam) adalah ia sendiri. Satu-satunya mantra yang dikuasainya dengan baik yaitu Jampi Memori. Tapi saat ia akan menyerang Harry Potter dengan jampi memori-nya, mantra itu malah mengenai dirinya (karena tongkat yang ia gunakan adalah tongkat Ron Weasley yang direkatkan dengan selotip) di Kamar Rahasia.

Profesor Remus John Lupin
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat Harry Potter dan Tawanan Azkaban [tahun ketiga Harry]. Ia adalah seorang manusia serigala (digigit oleh manusia serigala bernama Fenrir Greyback saat masih kecil). Salah satu sahabat dekat James Potter, ayah Harry. Ia mengundurkan diri dari Hogwarts pada akhir tahun ajaran karena identitasnya sebagai manusia serigala terbongkar.

Profesor Alastor “Mad-Eye” Moody palsu
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun keempat Harry. Sebenarnya adalah Barty Crouch Jr. yang menyamar dengan Ramuan Polijus. Dialah guru yang memasukkan nama Harry ke dalam Piala Api dan memberi petunjuk padanya sepanjang tugas-tugas Turnamen Triwizard.

Profesor Dolores Jane Umbridge
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun kelima Harry. Merupakan karyawati Kementerian Sihir dengan jabatan Asisten Senior Menteri. Setelah masuk Hogwarts, dia diangkat oleh Menteri Sihir [Cornelius Fudge] sebagai Inkuisitor Agung Hogwarts yang berhak membuat peraturan dan dekrit, dan pada akhirnya, menjadi Kepala Sekolah Hogwarts. Perawakannya digambarkan seperti kodok besar dengan mata berkantung. Karakternya sangat jahat, lebih jahat dibandingkan dengan Snape. Pada akhirnya dia keluar dari Hogwarts karena stress(?) setelah dihadapkan dengan sekawanan centaurus.

Profesor Horace Slughorn
Guru Ramuan pada tahun keenam Harry. Merupakan salah satu sahabat lama Dumbledore yang dulunya merupakan murid Slytherin. Meskipun begitu, sikapnya menyenangkan dan suka berpesta. Ia adalah guru yang membeda-bedakan murid yang satu dengan yang lain. Ia sering tidak menganggap kehadiran Ronald Weasley. Prof. Slughorn adalah orang yang suka damai. Anak-anak yang dipandangnya memiliki kelebihan akan diundang ke pesta pribadinya dan langsung dijadikan anggota The Slug Club.

Argus Filch
Pengurus Hogwarts yang dianggap menyebalkan oleh para murid karena menyukai segala kesempatan yang memungkinkannya menghukum mereka. Selalu berpakaian kumal dan compang-camping. Mempunyai seekor kucing bernama Mrs. Norris. Filch adalah seorang Squib (penyihir yang tidak bisa mengeluarkan kemampuan sihirnya).
 

Rubeus Hagrid
Keturunan raksasa yang menjadi pemegang kunci dan pengurus halaman Hogwarts. Merupakan sahabat baik Harry, Ron, dan Hermione. Mempunyai kecintaan berlebihan pada hewan-hewan berbahaya. Tinggal di sebuah gubuk di depan Kastil Hogwarts dan memiliki anjing peliharaan bernama Fangs. Dia adalah orang yang menjemput Harry dari kediaman keluarga Dursley dan membawanya ke Stasiun King’s Cross untuk selanjutnya pergi ke Hogwarts untuk pertama kalinya. Hagrid kemudian diangkat menjadi guru Pemeliharaan Satwa Gaib menggantikan Profesor Kettleburn. Di tahun ketiganya menjadi murid Hogwarts, ia dikeluarkan dengan tuduhan melepaskan monster Basilisk, tapi ia tetap diijinkan tinggal di Hogwarts sebagai pengawas binatang liar.

Profesor Kettleburn
Mantan guru Pemeliharaan Satwa Gaib.

Madam Pince
Pustakawati perpustakaan Hogwarts. Galak dan amat taat pada peraturan.

Madam Poppy Pomfrey
Penyembuh (kalangan penyihir tidak mempergunakan istilah “dokter” melainkan “penyembuh” dan mengartikan istilah “dokter” sebagai “orang yang suka memotong-motong orang”) di rumah sakit Hogwarts.

Madam Hooch
Guru pelajaran terbang yang khusus mengajari murid-murid terbang dengan sapu terbang di tahun pertama, juga merupakan wasit tetap pertandingan Quidditch antar-asrama di Hogwarts.

Firenze
Seekor centaurus penghuni Hutan Terlarang yang untuk sementara menggantikan Profesor Trelawney sebagai guru Ramalan pada tahun kelima Harry.


Rabu, 24 November 2010

alay

Apa sih Alay itu, Kenapa dan Bagaimana?
Alay secara harfiah berasal dari kata “A” dan “Lay” yang merupakan akronim dari Anak Layangan, yang notabene-nya dekil (berkulit hitam kepanasan) dan brambut pirang matahari (rambut merah karena kepanasan). Bisa anda bayangkan sendiri seperti apa anak-anak yang terlalu sering bermain layangan di terik matahari.
Alay pada awalnya dianggap sebagai pola hidup remaja kelas menengah kebawah yang mengenakan dandanan trendy ala artist namun seadanya lengkap dengan gadget dan asesorisnya untuk sekedar mejeng dan gaya-gayaan (apalagi saat ada event, dan masup tipi lagi..).
Namun seiring dengan perkembangan dunia maya, definisi alay di dalam dunia cyber pun berubah dari arti yang sebenarnya. Beberapa forum dan komunitas di dunia cyber mengkategorikan seorang Alay seperti dibawah ini. Berikut adalah Versi Fight Against Alay In Facebook !:
Yang dinamakan dengan “alay” mempunyai ciri khas sebagai berikut :
1. Menggunakan kata-kata dan ejaan yang tidak jelas atau tidak sesuai dengan EYD yang berlaku sesuai Sumpah Pemuda poin ke Tiga “Berbahasa Satu Bahasa Indonesia”. Contoh yang biasa saya temui adalah kiriman SMS yang susah untuk dibaca karena gabungan antara karakter khusus, angka dan alfabet yang disingkat-singkat serta huruf kapital tak beraturan kemudian digabung menjadi satu.
2. Menggunakan “Nickname” yang susah dibaca. Tidak berani, malu atau dengan sengaja mengganti nama asli pemberian orang tua dengan nama baru atau nama lain seperti “GiGhI GoNdRonK” untuk misalnya nama asli adalah “Ginanjar”. Menggunakan nama yang mengagung-agungkan diri sendiri, seperti : ” pRinceSs cuTez, sHa luccU, tIkka cAntieqq, etc. ” **)
**berlandaskan : peraturan facebook (untuk facebook user saja, krn yg lain tidak seperti ini bunyinya..)
Registration Data; Account Security
In consideration of your use of the Site, you agree to
(a) provide accurate, current and complete information about you as may be prompted by any registration forms on the Site ("Registration Data");
(b) maintain the security of your password and identification;
(c) maintain and promptly update the Registration Data, and any other information you provide to Company, to keep it accurate, current and complete; and
(d) be fully responsible for all use of your account and for any actions that take place using your account.
Jadi, ya hati-hati sajalah. Ada kemungkinan akun Facebook kamu akan diblokir. Karena Facebook mungkin akan bertindak tegas terhadap pemalsuan data diri penggunanya (user). Selain itu, temen-temen kamu akan kesulitan mencari akun kamu karena nama kamu mungkin terdaftar dan cuma ada di planet lain (diambah lagi jika gambar profile-nya memakai gambar doraemon).
Kalaupun mungkin tidak palsu, alias benar-benar memang cantik luar-dalam seperti putri malu, really cute 100% or whatever-lah tapi tidak mesti harus dicantumkan di username bukan? Toh orang akan melihat dengan sendirinya dengan cara bergaul kamu dan bukan dari bahasa gaul maupun profile gaul yang kamu lontarkan.
Salah satu Contoh anak gaul “Alay” yang disebut-sebut di kaskus (entah seperti ini atau bukan, maaf ya):
 image
comments: gue nggak ngiler sama harta, gue ngiler kalo tidur miring
Masih banyak ciri khas lainya, bisa disimak sendiri disini karena sepertinya nggak penting untuk dibahas…
Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa sih semua orang heboh dengan istilah Alay?? Bergaya, Narsis dan Pamer, pasti semua orang pasti pernah sesekali melakukanya bukan?

Tanggapan Saya tentang Gaya Hidup Alay

Sesuai dengan namanya, gaya hidup yang disebut sebagai Alay adalah gaya hidup yang merupakan pilihan yang diambil oleh seseorang sesekali dalam hidupnya. Mereka yang bergaya hidup seperti ini ingin lebih menonjolkan diri dan eksistansi di dunianya, so why not let them to expose it in their way?
Gaya bahasa lisan dan tulisan yang “nyeleneh” mungkin memang sengaja dijadikan identitas dalam komunitas anak gaul yang disebut-sebut “Alay” ini, namun sebaiknya dihindari penggunaanya kepada orang tua ataupun yang sama sekali tidak mengerti bacaan tak beraturan seperti itu.
Mereka yang dianggap sebagai Alay kemungkinan besar tidak mengerti dengan sebutan ini pada waktu itu. Karena alay bisa jadi merupakan sebuah hinaan atau ejekan dari remaja-remaja dari kalangan atas yang membenci gaya sok trendy remaja-remaja kalangan menengah kebawah yg ikut-ikutan berdandan ala hi-Class dengan perlengkapan, makeup, accessories, dan busana yang murah namun ala hi-class (seperti artist group band) yang didapat dari pasar lokal biasa.
Peralatan hairtoner yang ala kadarnya sehingga rambut memerah dan rusak seperti anak-anak yang keseringan main layangan, dan kulit hitam tersengat matahari karena keseringan nongkrong di pinggir jalan, panas-panasan, dan sering jalan kaki di siang bolong.
Saya sering melihat remaja-remaja Peralihan ABC* ke ABG seperti ini di depan RCTI (ketika ada konser atau acara live lainnya), bahkan kalau boleh saya katakan mereka adalah anak-anak yang berani tampil beda, dan totally confident. Kenapa harus dihina habis-habisan?? Apakah karena, maaf, “Miskin tapi Bergaya…”????? Apakah hanya mereka yang mampu saja yang boleh bergaya???
*(ABC: Anak Bau Chiki)
Jadi yang “Salah” siapa Om?
Yang mengatakan orang lain sebagai Alay alias “Anak Layangan” itu adalah S A L A H!
Berarti dia (si pengumpat) dengan sengaja ataupun tidak telah menghina orang lain dengan kata berkonotasi, maaf, “Kampungan! atau Miskin Sok Gaya!” meski disamarkan. Untuk itulah kenapa dalam hidup diajarkan untuk “bercermin dan banyaklah bercermin…”. Istilah Alay ini cenderung dapat menimbulkan krisis kesenjangan sosial dan berdampak tidak baik terutama hal ini terjadi di kalangan remaja yang masih labil dalam berfikir. Ingat: “Syirik tanda tak mampu…” So, biarkanlah orang dengan style-nya masing-masing.
Yang menggunakan Bahasa Indonesia, baik itu alay ataupun bukan, tidak pada tempat serta fungsinya sebagai bahasa pemersatu adalah S A L A H!
Tulisan adalah cerminan diri, apabila dalam teknik menulis saja belom stabil alias “Gede-Kecil” tak beraturan maka pola fikir dan emosi si penulis pun dianggap masih belum stabil alias labil. Perlu diketahui, merusak cenderung jauh lebih mudah dari membuat, dan membuat bahasa pemersatu yang dapat diterima dari “sabang sampai merauke” bukanlah hal yang mudah bukan? So, pergunakanlah bahasa yang baik dan benar, please..
Yang jelas, mo alay mo engga, kalo gw liat lo ga sopan sama ibu lo sendiri atau ga sopan ke orang tua jangan salahkan daku kalo gigi depanmu rontok! Gaya sih boleh, tapi “attitude” harus tetep dijaga, di dunia nyata maupun dunia maya.
Wise While Online, Think Before Posting :: Mau Baca di KasKus biar lebih Puas berkomentar? Klik Sini Aja